Selasa, 17 Oktober 2017

Tugas 1 Ekonomi Koperasi

Kontribusi Koperasi ke Perekonomian Diharapkan Meningkat

PRAMDIA ARHANDO JULIANTO
Kompas.com - 20/03/2017, 19:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM AAGNPuspayoga mengharapkan, kontribusi koperasi terhadap roda perekonomian utamanya Produk Domestik Bruto (PDB) akan semakin meningkat.

Menurutnya, bila koperasi dikelola secara baik dan kredibel akan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi pengurus dan anggota koperasi.

"Lihat saja, Produk Domestik Bruto (PDB) sumbangan dari koperasi biasanya hanya satu koma, dalam dua tahun ini telah menjadi 4,41 persen," ujar Menkop Puspayoga melalui keterangan resmi, Senin (20/3/2017).

Puspayoga berharap tahun depan kontribusi koperasi terhadap PDB akan terus meningkat menjadi di atas 5 persen.

Menurutnya, salah satu cara agar meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDB adalah terus menjalankan reformasi total koperasi yang ada di Indonesia.

"Untuk itu kami harus terus kerja keras dengan terus menggulirkan program reformasi total koperasi," jelas Puspayoga.

Selain itu, lanjut Menkop Puspayoga, dalam pengembangan koperasi juga dibutuhkan keberpihakan peran pemerintah daerah (pemda).

"Bila ada keberpihakan dari pemda, maka koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah di satu wilayah akan maju dan berkembang. Tidak perlu membuat koperasi banyak-banyak di daerah, tapi sedikit koperasi saja namun berkualitas dan jumlah anggotanya banyak," tandas Menkop Puspayoga.

Selain mengembangkan koperasi, menurut Puspayoga, kementeriannya juga memiliki tugas meningkatkan rasio wirausaha di Indonesia.

Saat ini, rasio wirausaha Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik sudah mencapai 3,1 persen, dari sebelumnya 1,65 persen.

"Ada 17 kementerian dan lembaga yang mengembangkan wirausaha.Kemenkop dan UKM menjadi koordinator dalam pembinaan UMKM di seluruh Indonesia," pungkas dia



ANALISIS

Judul               : Kontribusi Koperasi ke Perekonomian Diharapkan Meningkat
Penerbit           : KOMPAS.com
Tanggal Terbit  : 20 Maret 2017


Koperasi memiliki peran yang cukup penting untuk perekenomian di Indonesia. Perekonomian ini bertujuan untuk pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, diharapkan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto dapat meningkat. Pemberdayaan koperasi terstruktur yang dikelola dengan baik dan kredibel dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pengurus dan anggota koperasi karena dapat meningkatkan pendapatan mereka. Dari laba bersih yang diperoleh koperasi didistribusikan kembali kepada anggota sesuai dengan jasa.

Perkembangan koperasi kurang mendapatkan perhatian karena kinerjanya yang kurang. Biasanya sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB) dari koperasi hanya satu koma, tetapi dua tahun terakhir telah menjadi 4,41 persen. Hal ini tak lepas dari Reformasi Total Koperasi yang sudah dua tahun digulirkan Kemenkop dan UKM.

Solusi yang diberikan dalam artikel ini ialah bahwa peran koperasi, usaha mikro kecil, dan menengah dibutuhkan keberpihakan Pemerintah Daerah karena sangat strategis dalam perekonomian Indonesia. Koperasi di setiap daerah tidak perlu banyak, karena koperasi koperasi yang sedikit namun memiliki kualitas yang baik  dan jumlah yang banyak juga dapat memberikan kontribusi yang cukup terhadap perekonomian di Indonesia.

Jumat, 28 April 2017

PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN MATA UANG ASING

MASIH BISAKAH TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL DITERAPKAN DALAM KONDISI GLOBAL SAAT INI?
Teori perdagangan internasional masih bisa diterapkan dalam kondisi global seperti sekarang ini. Salah satu teori perdagangan internasional yang ada yaitu teori keunggulan mutlak (absolut), yang mana suatu negara memperoleh keuntungan karena mampu memproduksi barang lebih murah dibandingkan negara lain. Hal ini disebabkan karena sumber daya yang ada di negara tersebut lebih mudah didapatkan. Sedangkan sumber daya yang ada pada setiap negara berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan adanya perdagangan internasional melalui ekspor-impor. Dengan adanya ekspor-impor ini artinya suatu negara melakukan pertukaran hasil produksi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya karena hasil produksi tersebut tidak terdapat di negara itu. Perdagangan internasional dapat mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.


MENGAPA DOLLAR USA MENJADI UKURAN STANDAR PEMBAYARAN INTERNASIONAL?
Alasan mengapa dollar Amerika menjadi ukuran standar pembayaran internasional (mata uang internasional) adalah karena dulu pada saat Perang Dunia 2 terdapat perjanjian Bretton Woods, yaitu perjanjian untuk menggunakan emas sebagai standar global nilai mata uang. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Akhirnya mereka bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika Serikat yang berbentuk dollar Amerika. Sebagai jaminannya Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara lain yang menyebabkan Amerika menguasai emas di dunia dan hanya dollar Amerika lah yang nilainya disokong oleh emas.Tentunya hal ini menyebabkan dollar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber perekonomian dunia.
Namun bukan karena hal itu saja yang menjadi alasan bahwa dollar Amerika menjadi ukuran standar pembayaran internasional. Untuk menjadikan mata uang negara sebagai mata uang internasional dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya. Karena menukarkan mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang besar dari dunia. Hal inilah yang menyebabkan dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.


DAPATKAN EURO MENGGANTIKAN DOLLAR USA?
Euro bisa saja menggantikan dollar Amerika menjadi mata uang internasional jika terdapat kerja sama yang harmonis antar negara yang mendukung euro, penguasaan atas transaksi-transaksi perdagangan internasional, dan pengaruh terhadap negara-negara dengan cadangan devisa terbesar untuk menggunakan mata uang euro. Namun hal ini cukup sulit dikarenakan jika suatu mata uang negara ingin menjadi mata uang internasional juga diperlukan adanya politik yang stabil di negara tersebut. Sedangkan di Eropa sana keadaan politiknya masih kurang stabil karena terlalu banyak pembagian zona di Eropa.


PROSPEK RUPIAH BISA MENDUNIA?
Rupiah untuk saat ini masih kurang memungkinkan untuk menjadi prospek dunia karena Rupiah merupakan salah satu mata uang yang melemah akibat inflasi dan telah menjadi bagian dari sejarah. Krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an melahirkan banyak mata uang bermasalah. Rupiah Indonesia merupakan salah satu uang yang masuk ke dalam lingkaran tersebut. Selain itu kondisi politik yang ada di Indonesia juga masih belum stabil karena politik juga bisa mempengaruhi nilai mata uang yang ada.




SUMBER:


Jumat, 21 April 2017

STRUKTUR EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN

SEKTOR DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Sektor
Kelebihan
Kekurangan
Pertanian
1. Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetap membeli produk pertanian.
2. Mempunyai kontribusi yang besar terhadap peningkatan devisa, yaitu lewat peningkatan ekspor dan atau pengurangan tingkat ketergantungan Negara tersebut terhadap impor atas komoditi pertanian. 
3. Penyediaan makanan untuk penduduk, penyediaan bahan baku untuk industri manufaktur seperti industri: tekstil, barang dari kulit, makanan dan minuman.
4. Penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal dan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor lain.

1. Produksi sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal.
2. Penggunaan teknologi yang masih sederhana.
3. Umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi).
4. Akses terhadap kredit, teknologi dan pasar sangat rendah.

Industri
1. Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah.
2. Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan.
3. Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas.
4. Memperluas lapangan kerja.
5. Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional.

1. Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam.
2. Kalahnya investor domestik dengan inverstor asing.

Jasa
1. Dapat meraih keuntungan tinggi  jika kita mempunyai keahlian dan keterampilan.
2. Tidak perlu tempat untuk memajang (display) barang.
3. Tidak diperlukan tempat untuk menyimpan barang (gudang).
4. Tidak perlu alat angkut untuk mengirim barang kepada konsumen.

1. Pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis.
2. Kualitas jasa dapat diketahui setelah konsumen membeli jasa.
3. Jasa yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan (diretur).




DAPATKAH TERJADI PEMBANGUNAN TANPA PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
Pembangunan tanpa perubahan struktur ekonomi tidak dapat terjadi karena dengan adanya struktur ekonomi lah dapat terjadinya pembangunan ekonomi agar mengarah menjadi lebih baik lagi. Struktur ekonomi yang utama itu ada 3, yaitu pertanian, industri, dan jasa. Jika suatu negara memiliki sumber daya alam yang melimpah maka negara tersebut pasti akan menitikberatkan struktur ekonominya ada sektor pertanian. Namun jika negara tersebut terus menerus fokus pada sektor pertanian maka tidak akan adanya kemajuan dalam bidang lainnya. Sekarang ini pembangunan ekonomi sangat membutuhkan teknologi, maka dari perlu adanya perubahan struktur ekonomi dalam pembangunan ekonomi. Jika pembangunan ekonomi tersebut berhasil maka pertumbuhan ekonominya pun dapat berkembang dengan baik.


TERJADINYA PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN
Perubahan struktur ekonomi dalam proses pembangunan terjadi karena adanya keinginan suatu negara untuk membangun negaranya agar tumbuh menjadi lebih baik lagi. Pembangunan ekonomi harus berkembang ke arah yang lebih baik lagi karena:
1. Adanya Hukum Engels.
Sifat manusia dalam kegiatan konsumsinya, yaitua pabila pendapatan naik, elastisitas permintaan yang di akibatkan oleh perubahan pendapatan (income elastcity of demand) adalah rendah atas konsumsi bahan –  bahan makanan. Sedangakan permintaan terhadap bahan – bahan pakaian, perumahan, dan barang –  barang konsumsi hasil industri keadaannya adalh sebaliknya.
2. Adanya perubahan teknologi yang terus menerus berlangsung.
Perubahan teknologi yang terjadi dalam proses pembangunan akan menimbulkan struktur produksi yang bersifat compulsory dan inducive.
Compulsory: sebagai akibat teknologi yang digunakan terus-menerus akanmempertinggi produktivitas kegiatan ekonomi dan memperluas pasar serta kegiatan perdagangan. Perubahan-perubahan seperti ini terjadi dalam produksi barang industri yang selalu menghasilkan produk-produk terbaru yang memberikan fasilitas dan kemudahan-kemudahan bagi konsumen, dengan menggunakan teknologi-teknologi inovatif yang diterapkan di sektor industri. Misalnya, setiap tahun atau beberapa tahun selalu bermunculan produk-produk mobil, motor, komputer, alat-alat kebutuhanrumah tangga versi terbaru.
Inducive: kemajuan menciptakan produk industri baru yang menambah pilihan alternatif terhadap barang-barang industri yang dikonsumsi atau dengan teknologi menimbulkan sektor industri banyak menawarkan diversifikasi produk industri, seperti memberikan pilihan apakah mengunakan tenaga kerja manusia atau robot ciptaan manusia.
3. Adanya comparative advantage.
Pada produk-produk sektor pertanian bagi negara-negara berkembang, sedangkan negara-negara yang sudah maju memiliki competitiveadvantage pada produk-produk sektor industri.


PEMBANGUNAN TANPA MENGHIRAUKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN
Pembangunan yang tidak menghiraukan kelestarian itu sangatlah tidak benar dan tidak bagus untuk dicontoh. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah tentunya harus dijaga dengan baik bukan malah merusaknya. Seperti contoh jika kita ingin melakukan pembangunan di hutan maka kita harus melakukan reboisasi bukan malah menebang semua pohon yang ada di sana. Kita sebagai manusia harus membatasi tingkah laku kita terhadap alam. Sumber daya alam yang ada harus kita kelola dengan baik demi kehidupan di masa yang akan datang. Tumbuhnya pabrik-pabrik di kawasan pemukiman juga akan menimbulkan kerusakan lingkungan karena limbah yang tersisa. Seharusnya pabrik seperti itu dipindahkan ke dalam kawasan industri agar tidak merusak lingkungan. Jika pembangunan diiringi dengan kelestarian lingkungan maka pembangunan ekonomi bisa saja mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.




SUMBER:

Minggu, 09 April 2017

KEMISKINAN

DEFINISI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, miskin itu berarti tidak berharta benda. Miskin juga berarti tidak mampu mengimbangi tingkat kebutuhan hidup standard dan tingkat penghasilan dan ekonominya rendah. Secara singkat kemiskinan dapat didefenisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah yaitu adanya kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standard kehidupan yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
Kemiskinan dalam pengertian konvensional merupakan pendapatan dari suatu kelompok masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu seringkali berbagai upaya pengentasan kemiskinan hanya berorientasi pada upaya peningkatan pendapatan kelompok masyarakat miskin.
Kemiskinan seringkali dipahami dalam pengertian yang sangat sederhana yaitu sebagai keadaan kekurangan uang, rendahnya tingkat pendapatan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Padahal sebenarnya, kemiskinan adalah masalah yang sangat kompleks, baik dari faktor penyebab maupun dampak yang ditimbulkannya. 


FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN

1.   Laju Pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan penduduk merupakan salah satu penyebab kemiskinan karena jika pertumbuhan penduduk berkembang dengan pesat sedangkan kesempatan kerja yang ada kurang maka akan menyebabkan penduduk kurang mendapatkan penghasilan. Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Penghasilan yang minim ditambah dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus ditanggung membuat penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

2.   Pengangguran
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan. Orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar yang merupakan kemiskinan moral.

3. Tingkat Pendidikan yang Rendah
Kemiskinan selalu dikaitkan dengan ketidakmampuan dalam mencapai pendidikan yang tinggi, hal ini berkaitan dengan mahalnya biaya pendidikan. Karena itulah rendahnya tingkat pendidikan juga merupakan salah satu faktor penyebab kemiskinan. Karena jika tingkat pendidikannya rendah maka hanya ada sedikit kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan. Lapangan pekerjaan justru banyak membutuhkan orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Oleh karena itulah orang dengan tingkat pendidikan yang rendah akan sulit mendapat pekerjaan sehingga tidak akan mendapatkan penghasilan yang cukup dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya.

4. Rendahnya Derajat Kesehatan
Kesehatan merupakan segalanya bagi kehidupan manusia. Kesehatan dan kemiskinan saling berkaitan satu sama lain. Hidup tidak sehat yang dijalani oleh masyarakat miskin bermula dari ketidakmampuan untuk membeli makanan yang sehat dan cukup. Jika itu tidak terpenuhi maka bisa muncul gizi buruk. Hal ini tentunya menjadi salah satu faktor penyebab kemiskinan karena ketidakmampuan masyarakat untuk berobat.

5. Distribusi yang tidak Merata
Hubungan antara kemiskinan dengan kurangnya akses terhadap berbabagai pelayanan dasar infrastruktur. Semua masyarakat belum merasakan kesejahteraan hidup dikarenakan distribusi yang kurang merata. Pemerintah kurang memerhatikan masyarakat di pedesaan. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menderita karena kemiskinan, serba kekurangan. Penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas serta kualitasnya rendah.


INDIKATOR KEMISKINAN DI INDONESIA

Indikator kemiskinan yang digunakan oleh negara Indonesia ialah kemiskinan absolut. Kemiskinan absolut adalah apabila tingkat pendapatan seseorang berada dibawah garis kemiskinan atau sejumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum (basic needs), seperti kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk hidup dan bekerja. Seperti yang kita ketahui, bahwa masih banyak penduduk Indonesia yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya baik berupa sandang, pangan, maupun papan. Banyak dari penduduk Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan. Masih banyak penduduk kita yang kelaparan, kekurangan gizi, tidak mempunyai pekerjaan, tidak mempunyai tempat tinggal, bahkan tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Hal ini tentunya sangat disayangkan jika mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Hal ini merupakan nilai positif bag Indonesia, namun penduduknya kurang mampu untuk mengolah sumber daya alam tersebut karna terbatasnya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Pendapatannya bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.


HUBUNGAN ANTARA PENDUDUK DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI TERKAIT MASALAH TENAGA KERJA DAN PENGANGGURAN

Penduduk menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi karena terkait masalah tenaga kerja dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian, terutama untuk melakukan analisis tentang hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan suatu negara atau suatu daerah. Ekonomi dikatakan mengalami pertumbuhan apabila produksi barang dan jasa meningkat dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk dalam pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh. Semakin banyaknya penduduk, maka akan terdapat kemungkinan bertambahnya angka kemiskinan karena ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal itu tentunya berkaitan dengan masalah tenaga kerja dan pengangguran yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena jika tenaga kerja setiap tahun semakin bertambah maka lapangan kerja pun harus lebih banyak lagi. Sedangkan sekarang ini untuk mencari pekerjaan saja sulit karena tidak seimbangnya antara lapangan kerja yang tersedia dengan tenaga kerja yang ada. Hal ini tentunya akan menghambat proses pertumbuhan ekonomi suatu negara.




SUMBER:

Minggu, 02 April 2017

PEMBANGUNAN EKONOMI

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.


SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
A. Tabungan Sukarela
Tabungan sukarela masyarakat adalah bagian pendapatan yang diterima masyarakat yang secara sukarela tidak digunakan untuk konsumsi. Masyarakat menggunakan bagian pendapatan tersebut terhadap beberapa tujuan yaitu untuk disimpan saja tanpa digunakan, ditabung di badan-badan keuangan, dipinjamkan kepada anggota masyarakat lainnya, digunakan untuk penanaman modal yang tidak produktif. Berbagai macam penggunaan ini memberikan efek yang berbeda kepada usaha menciptakan pembangunan ekonomi.
Contoh tabungan sukarela ialah seperti premi asuransi dan deposito berjangka.

Tabungan masyarakat baru akan memberikan sumbangan kepada usaha pembangunan apabila:
1)   Para peminjam menggunakan tabungan secara produktif yaitu modal yang mereka pinjam akan digunakan untuk menaikkan produksi barang dan jasa dalam masyarakat.
2)  Tabungan dialirkan kebadan-badan keuangan dan selanjutnya badan-badan keuangan meminjamkannya kepada para pengusaha yang ingin melakukan penanaman modal yang produktif.
Adapun faktor-faktor yang menentukan tabungan sukarela, yaitu:
1)   Tingkat pendapatan perkapita masyarakat tersebut.
2)   Corak distribusi pendapatan masyarakat.
3)   Besarnya keuntungan sektor perusahaan.
4)   Tingkat perkembangan institusi keuangan.
Langkah-langkah untuk meningkatkan tabungan sukarela, yaitu:
1)   Peranan pasar modal dan pengumpul dana lain.
2)   Peranan bank komersial.
3)   Peranan kestabilan perekonomian.
4)   Konsumsi yang bersifat kemewahan perlu diawasi.

B. Tabungan Pemerintah
Tabungan pemerintah adalah kelebihan pendapatan Negara setelah dikurangi pengeluaran-pengeluaran rutin, tabungan ini dilaksanakan melalui kebijakan fiscal. Kemudian Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Untuk meningkatkan tabungan pemerintah salah satu usahanya adalah membuat kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan. Tujuan ini hanya dapat di capai apabila tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat pengeluaran rutin pemerintah.
Dengan berlandaskan prinsip bahwa pembiayaan pembangunan harus semakin banyak yang dibiayai oleh sumber-sumber dalam negeri maka salah satu sasaran dari pada kebijaksanaan fiskal adalah untuk menciptakan tabungan pemerintah sebesar mungkin. Jadi tabungan  pemerintah   hampir  seluruhnya  berasal  dari  kelebihan-kelebihan penerimaan  pajak secara keseluruhan  atas pengeluaran  konsumsi  pemerintah.
Contoh tabungan pemerintah ialah pajak dan anggaran belanja defisit.
C. Tabungan Paksa atau Pajak
Dengan adanya pajak, mau tidak mau masyarakat harus mengurangi konsumsi karena berkurangnya pendapatan akibat pembayaran pajak. Dalam hal pengenaan pajak, pemerintah memaksa unit-unit ekonomi yang lain seperti rumah tangga dan perusahaan untuk mengurangi pendapatan mereka dengan cara membayar pajak kepada pemerintah. Pengaruh pajak terhadap produksi tampak pada kemampuan dan kemauan untuk bekerja, menabung, dan berinvestasi.
Dari segi distribusi pendapatan pajak dapat mempersempit perbedaan pendapatan, tetapi dapat juga memperlebar jurang perbedaan pendapatan. Pajak yang progresif sifatnya adalah pajak yang semakin tinggi tingakat pendapatan sebagian objek pajak semakin tinggi prosentase pajak yang dipungut. Sebaliknya, pajak regresif adalah apabila pendapatan semakin tinggi semakin rendah prosentase pajak yang dikenakan. Untuk pajak proposional, prosentase pajak tetap walaupun tingkat pendapatanya tinggi.
Contoh tabungan paksa ialah seperti pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai.

D. Hasil dari Perdagangan Luar Negeri
Perdagangan luar negeri adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan luar negeri menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan pembangunan ekonomi negara tersebut.
Contoh dari hasil perdagangan luar negeri ialah adanya penjualan hasil bumi.


PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.
Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang selanjutnya akan mengakibatkan dampak, baik yang bersifat negatif maupun yang positif. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan seharusnya selain berwawasan sosial dan ekonomi juga harus berwawasan lingkungan.
Contoh pembangunan berwawasan lingkungan:
1. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
2. Membuat bangunan maupun kawasan hiburan di sekitar pantai tetapi tidak merusak manrove disekitarnya.
3. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
4. Mendaur ulang barang bekas.


RUMUS KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL

1.   PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan.
GDP = C + I + G + (X – M)
Keterangan:
GDP = Gross Domestic Product
C = Konsumsi
I = Investasi
G = Pengeluaran Pemerintah
X = Ekspor
m = Impor

2.   PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat  suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang bePrada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

3.   NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – Penyusutan

4.   NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax). Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dan lain-lain.
NNI = NNP – Depresiasi –  Pajak tidak langsung

5.   PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar
sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi,
iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan
social + Pajak perseorangan )
PI = NNI – (laba ditahan + pajak perseorangan + iuran jaminan sosial ) + transfer payment

6.   DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan
oleh penerimanya.
DI = PI – Pajak langsung

7.   Metode Perhitungan PDRB
PDRB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unitusaha dalam suatu wilayah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasaakhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi/usaha di suatu region dalam periode waktu tertentu. Untuk menghitung angka PDRB.
Y = Ch + Cg + I + X – M
Keterangan: 
Ch = Konsumsi Rumah tangga
Cg  = Konsumsi Pemerintah dan Pertahanan
I = Investasi
X = Ekspor
 M = Impor 
Y = PDRB



SUMBER:


Minggu, 12 Maret 2017

SISTEM EKONOMI

SISTEM

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sedangkan menurut para ahli pengertian sistem adalah sebagai berikut:
1. Pengertian sistem menurut Arifin Rahman | Sistem adalam Webster New Collegiate Dictionary bahwa terdapat kata “syn” dan “Histanai” yang berasal dari bahasa Yunani berarti menempatkan bersama. Bahwa pengertian sistem adalah suatu kumpulan pendapat pendapat, (collection of opinions), prinsip prinsip (principles), dan lain lain yang membentuk suatu kesatuan yang berhubung hubungan satu sama lain.
2. Pengertian sistem menurut Ludwig von Bertallanffy |  Bahwa sistem adalah sekumpulan unsur unsur yang berada dalam keadaan yang berinteraksi.
3. Pengertian sistem menurut Musanef | bahwa Sistem adalah suatu sarana yang menguasai keadaan pekerjaan agar dalam menjalankan tugas dapat diatur, dan sistem adalah suatu tatanan dari hal hal yang paling berkaitan dan berhubungan sehingga membentuk satu kesatuan dan satu keseluruhan
4. Pengertian sistem menurut Inu Kencana Syafi’ie | bahwa sistem adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian yang terikat satu dengan yang lainnya. Bagian kecil atau anak cabang dari suatu sistem, menjadi induk sistem dari rangkaian selanjutnya. Keadaan tersebut yang akan terus terjadi hingga tiba pada saat adanya bagian yang mengganggu kestabilan itu sendiri.
5. Pengertian Sistem menurut W.J.S. Poerwadarminta | bahwa sistem adalah sekelompok bagian bagian atau alat dan sebagainya yang bekerja bersama sama untuk melakukan sesuatu maksud.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terhubung dan saling bekerja sama serta memiliki tujuan yang sama.


SISTEM EKONOMI

Pengertian sistem ekonomi menurut para ahli:
1. Gilarso (1992: 486): Menurut pendapat Gilarso, pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produse, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
2. Gregory Grossman dan M. Manu: Menurut Gregory Grossman dan M. Manu, pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi. 
3. Dumatry (1996): Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan. 

Jadi dapat kita simpulkan bahwa sistem ekonomi ialah suatu sistem/tata cara untuk mengatur segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat berdasarkan prinsip tertentu untuk mencapai tujuan serta kemakmuran maupun kesejahteraan.


MACAM-MACAM SISTEM EKONOMI

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional terdapat pada masyarakat yang cara hidupnya masih tradisional. Mereka memproduksi sendiri barang-barang yang diperlukan dengan cara sederhana karena belum mengenal teknologi. Semua kegiatan dilakukan berdasarkan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun. Kegiatan ekonomi lebih tertuju untuk mempertahankan yang telah ada, sehingga tidak ada usaha untuk memeroleh sesuatu yang baru, karena mereka menganggap apa yang mereka dimiliki sudah memadai.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:
- Kegiatan ekonomi hanya mengandalkan sektor pertanian (agraris).
- Belum mengenal perdagangan.
- Hanya sedikit menggunakan modal. 
- Masih terikat dengan tradisi.
- Belum mengenal pembagian kerja.
- Teknologi produksi yang masih sederhana.

Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional yaitu dapat menimbulkan rasa kekeluargaan dan gotong royong, menumbuhkan sikap kejujuran karena adanya barter, tidak terdapat persaingan serta tidak dibebani target yang berat.

Kelemahan sistem ekonomi tradisional yaitu hasil produksi yang terbatas, pola pikir masyarakat yang statis, kegiatan ekonomi tidak untuk meningkatkan kesejahteraan tetapi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

2. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
Pencetus gagasan ekonomi terpusat adalah Karl Marx. Dalam sistem ini jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kebebasaan yang besar terhadap faktor-faktor produksi karena sebagian besar faktor produksi adalah milik pemerintah. Sosialisme dan komunisme merupakan contoh sistem ekonomi terpusat. Negara yang menganut sistem ini antara lain adalah Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat:
- Seluruh kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah.
- Tidak ada kebebabasan dalam berusaha.
- Seluruh alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
- Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.

Kelebihan sistem ekonomi terpusat yaitu pengawasan dan pengendalian dapat dilakukan dengan mudah oleh pemerintah, kegiatan ekonomi merupakan tanggung jawab pemerintah, kemakmuran masyarakat yang merata, pengangguran dapat dikendalikan.

Kelemahan sistem ekonomi terpusat yaitu adanya penindasan daya kreasi masyarakat karena semuanya dikuasai oleh pemerintah, menimbulkan pasar gelap, masyarakat tidak dijamin dalam memilih jenis pekerjaan, barang yang didistribusikan pemerintah tidak selalu dibutuhkan masyarakat, serta pemerintah yang terlalu bersifat paternalistis.

3. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)

Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal:
- Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan ekonomi. 
- Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital). 
- Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

Kelebihan sistem ekonomi liberal yaitu adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha, campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta, produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat, terdapat pengakuan hak milik dari negara.

Kelemahan sistem ekonomi liberal yaitu adanya persaingan tidak sehat, dapat menimbulkan monopoli, timbulnya praktik tidak jujur.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau kombinasi yang mengambil kelebihan sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Sistem ini banyak dianut oleh negara-negara di dunia. Sistem ekonomi yang dijalankan di setiap negara tidak sama dengan negara yang lain. Perbedaan terjadi karena setiap negara memiliki proporsi yang tidak sama dalam mengambil unsur kelebihan dari sistem ekonomi terpusat maupun sistem ekonomi pasar. 
Pada sistem ekonomi campuran, pemerintah serta masyarakat atau swasta bersama-sama meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah berperan sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Tujuan pemerintah melakukan campur tangan dalam kegiatan ekonomi adalah untuk melindungi masyarakat yang lemah serta mengatasi kegiatan ekonomi yang berfluktuasi. Negara - negara yang menganut sistem ekonomi ini adalah bekas negara non-blok. Mayoritas berada di asia dan afrika, seperti Indonesia, Mesir dan Malaysia. 
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:
- Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak yang dikuasai oleh negara. 
- Terdapat campur tangan pemerintah melalui berbagai kebijakan ekonomi.
- Hak milik perorangan diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.

Kelebihan sistem ekonomi campuran yaitu hak individu/swasta diakui dengan jelas serta harga yang lebih mudah untuk dikendalikan.

Kelemahan sistem ekonomi campuran yaitu dapat menimbulkan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya.

5. Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi pancasila adalah sistem ekonomi yang dijiwai oleh ideologi pancasila, di dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi. Sistem ekonomi ini dianut oleh Indonesia. Kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Sistem ekonomi Pancasila memberikan kebebasan berusaha kepada masyarakat dengan batas dan syarat tertentu. Landasan sistem ekonomi pancasila antara lain sila-sila dalam pancasila, pembukaan UUD 1945, dan UUD 1945 pasal 27, 33, dan 34.
Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No.14. Berikut ini ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila.
Pasal 33 Setelah Amandemen 2002:
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. 
- Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 
- Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
- Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. 
- Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

GBHN Bab III B No. 14:
- Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata.


HUBUNGAN ANTARA SISTEM EKONOMI DAN SISTEM POLITIK

Saya setuju jika sistem ekonomi dan sistem politik dapat diibaratkan 2 sisi mata uang yang berbeda. Sisi yang satu berbeda dengan sisi yang lainnya tetapi keduanya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Suatu sistem politik dapat menentukan arah dan tujuan suatu sistem ekonomi. Sedangkan sistem ekonomi pun sangat dibutuhkan didalam sistem politik agar dapat berjalan dengan baik.
Sistem ekonomi tidak terlepas dari setiap elemen kenegaraan, begitupun dengan sistem politik yang memang pada dasarnya merupakan elemen kenegaraan. Sistem politik dapat berperan untuk membuat rencana pembangunan yang didalamnya membutuhkan sistem ekonomi yang baik. Maka dalam hal ini suatu sistem ekonomi dan kebijakan politik merupakan suatu hal tak mungkin dapat dipisahkan.


SUMBER:

PENTINGNYA AUDIT SDM BAGI PERUSAHAAN

Dalam mencapai tujuan perusahaan, manajamen memberikan perhatian utama terhadap penggunaan Sumber Daya Alam (SDA). Selain SDA, kontribus...